Video

Arti Dari Jumlah Garis Pada Seragam Pilot

Pangkat PilotErik Boyd0

Jumlah garis pada seragam pilot menunjukkan pangkat mereka. Umumnya pangkat dibagi menjadi sebagai berikut: Training Captain Captain Senior First Officer First Officer Second Officer Cadet Tidak ada standardisasi internasional untuk strip pangkat di seluruh maskapai. Setiap perusahaan penerbangan bebas memilih untuk mengeluarkan jumlah strip yang berbeda untuk pilot mereka tergantung pada peringkat mereka, yang juga bervariasi pada tingkat pengalaman dalam maskapai. Satu-satunya standardisasi adalah bahwa harus selalu ada seorang Captain dan First Officer yang mengoperasikan penerbangan (kecuali latihan). Captain dan First Officer juga kita kenal sebagai Pilot dan Co-pilot). Training Captain Training Captain memiliki memiliki tanggung jawab seperti Captain pada umumnya, meski begitu mereka juga memiliki tugas untuk melatih pilot lainnya. Seorang pilot yang baru mengenal jenis pesawat atau perusahaan akan terbang dengan Training Captain sampai mereka mencapai standar yang diperlukan untuk terbang dengan Captain biasa. Training Captain lebih senior dari Captain normal, Training Captain dipilih secara khusus setelah menunjukkan kinerja yang terus-menerus di atas rata-rata. Meskipun Training Captain lebih senior daripada Captain biasa, mereka berdua mengenakan jumlah garis yang sama pada seragam mereka di sebagian besar maskapai. Karenanya Training Captain mengenakan 4 garis pada seragam mereka. Captain Captain (disebut juga sebagai ‘Pilot’ memiliki tanggung jawab atas pesawat, yang terdiri dari awak dan penumpang, kecuali jika mereka terbang dengan Training Captain (di mana Training Captain yang akan bertanggung jawab). Captain mengenakan 4 strip pada seragam mereka. Para agen bola yang menjalani perjalanan penerbangan selalu memastikan bahwa pilot captain yang menahkodai pesawatnya sudah sangat berpengalaman dalam segi jam terbang. Mereka tidak mau memilih captain yang kurang berpengalaman karena membahayakan jiwa. Beberapa daftar agen bola terpercaya di Indonesia yang berpatokan seperti itu adalah Pandahoki, Sharkygames, Cuan88, Pandatoto, dan sebagainya. Mereka agen bola judi online yang berdiri di Indonesia. Senior First Officer Secara umum, Senior First Officer adalah seseorang yang memiliki lebih dari 1.500 jam terbang secara total. Beberapa maskapai penerbangan mungkin memiliki persyaratan tambahan, seperti memegang ATPL penuh atau ‘siap-perintah’ yang merupakan cara maskapai untuk mengatakan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk dipromosikan menjadi Captain tetapi sedang menunggu posisi tersedia. Siapa pun selain pangkat Captain atau Training Captain kadang-kadang disebut sebagai ‘Co-Pilot’. SFO mengenakan 3 strip pada seragam mereka. First Officer First Officer biasanya memakai 2 atau 3 garis tergantung pada maskapai dimana mereka bekerja. Beberapa First Officer secara langsung mendapatkan 3 strip di hari mereka bergabung (biasanya di maskapai Long Haul), sedangkan beberapa mulai dengan 2 dan akan mendapatkan 3 ketika mereka dipromosikan menjadi Senior First Officer. Second Officer Beberapa maskapai penerbangan menggunakan peran Second Officer. Second Officer hanya akan memantau dan mempelajari sehingga mereka tidak duduk di pit untuk lepas landas dan mendarat sampai tingkat pengalaman dan kemampuan mereka meningkat dan memadai. Second Officer biasanya akan mengenakan 2 garis pada seragam mereka. Cadet Cadet merupakan murid-murid di Sekolah penerbangan, pilot Cadet bisa mengenakan sejumlah garis tergantung dimana mereka bersekolah. Umumnya murid-murid ini mengenakan 1 strip ketika mereka memegang Lisensi Pilot Komersial (CPL) dan kemudian bertambah menjadi 2 strip setelah Penilaian Instrumen (IR) mereka selesai. Beberapa sekolah penerbangan bahkan memberikan 3 garis untuk pilot trainee mereka, dimana hal ini merupakan hal yang berlebihan mengingat mereka belum memiliki pengalaman terbang yang sesungguhnya.

Meningkatnya Tingkat Keselamatan di Dunia Penerbangan

Tingkat Keselamatan PenerbanganErik Boyd0

Kecelakaan di dunia penerbangan terus menjadi momok mengerikan bagi dunia penerbangan. Meski begitu, keselamatan telah menjadi prioritas utama dalam dunia penerbangan selama 100 tahun terakhir. Industri penerbangan berupaya untuk terus melakukan peningkatan dengan memanfaatkan teknologi, pelatihan, dan manajemen resiko, untuk meningkatkan keselamatan dan meminimalisir terjadinya kecelakaan. Transportasi Paling Aman Meskipun dengan adanya berita-berita duka dalam dunia penerbangan akhir-akhir ini, tapi sebenarnya jalur udara merupakan sarana transportasi yang paling aman. Berdasarkan data dari Civil Aviation Authority tingkat kecelakaan pesawat hanya mencapai 0.003% jika dibandingkan dengan kereta yang mencapai 0.27% dan mobil 2.57%. Keunggulan Teknik Peningkatan keselamatan dunia penerbangan merupakan hasil gabungan dari beberapa faktor, salah satunya dengan ditemukannya mesin jet yang jauh lebih aman dari mesin piston. Selain itu, masuknya instrumen-instrumen elektronik dan digital, peralatan navigasi terbaru, dan peningkatan sensor-sensor pesawat juga mengambil peran penting dalam peningkatan keselamatan dunia penerbangan. Human Errors ketika teknologi telah mampu mendorong peningkatan dalam catatan keselamatan industri penerbangan, langkah besar dalam sistem manajemen keselamatan dan wawasan tentang faktor manusia juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Kecelakaan penerbangan adalah rantai peristiwa yang hampir selalu melibatkan unsur kesalahan manusia. Namun, budaya keselamatan dalam industri penerbangan telah berubah secara signifikan. Pelatihan penerbangan saat ini lebih terkontrol dan profesional dengan pengembangan pelatihan secara terus-menerus. Pemanfaatan dan peningkatan teknologi simulator penerbangan menjadi salah satu kuncinya. Selain itu, Pelatihan di mana pilot dan kru mengasah ketrampilan mereka untuk menghadapi situasi darurat juga terus diupayakan. Learning Process Keamanan yang meningkat juga merupakan cerminan dari betapa hebatnya manajemen risiko di industri penerbangan dan meningkatnya kemampuan untuk mengidentifikasi masalah sebelum benar-benar terjadi. Investigasi kecelakaan udara dan inspeksi keselamatan pesawat terbang sekarang lebih efektif, sementara peningkatan teknologi manufaktur dan kontrol kualitas yang lebih baik juga membuat pesawat lebih aman. Next Generation Desain pesawat mungkin akan berubah secara signifikan, apalagi jika melihat harga tiket yang harus tetap terjangkau sedangkan biaya bahan bakar naik di masa depan. Masalah ini diharapkan dapat menghasilkan propulsi baru seperti pesawat listrik, hibrida atau bertenaga surya – desain badan pesawat baru yang radikal, serta teknik baru, seperti Assisted Take-Offs dan Unpowered Landings “Dalam waktu 20 tahun kita mungkin akan melihat perubahan yang lebih mendasar dalam teknologi penerbangan yang disebabkan oleh keprihatinan ekonomi dan lingkungan dari bahan bakar fosil,” kata Josef Schweighart, Kepala Penerbangan Jerman, AGCS. Bahan Baku Baru dan Bantuan Computer Saat ini industri penerbangan terus berinovasi, yang terbaru adalah pengenalan bahan baku pesawat dan meningkatnya penggunaan teknologi digital dan elektronik. Banyak teknologi baru telah membantu meningkatkan keselamatan, seperti tampilan instrumentasi kokpit yang lebih baik dan sistem fly-by-wire. Namun, teknologi memiliki potensi untuk menciptakan konsekuensi yang tidak terduga, menurut Jon Downey, Kepala Penerbangan – AS, AGCS. So, masih takut naik pesawat?

Alasan di Balik Sebagian Besar Pesawat Komersial Berwarna Putih

Warna Putih PesawatErik Boyd0

Selain untuk membantu menjaga pesawat tetap dingin hingga meminimalisir serangan burung, ini dia beberapa alasan mengapa hampir semua pesawat komersial memiliki warna yang sama yaitu putih. Mungkin ini adalah sesuatu yang membuat banyak penumpang pesawat penasaran tetapi tidak pernah menanyakannya secara serius “mengapa pesawat komersial selalu berwarna putih?”. Tentu saja, setiap maskapai memiliki branding atau corak khas tersendiri, yang terdiri dari warna, grafik, dan pengidentifikasi tipografi tetapi untuk sebagian besar body pesawat penumpang menggunakan cat putih. Berikut beberapa alasannya. Memantulkan Sinar Matahari Alasan paling utama mengapa pesawat dicat warna putih atau terang adalah untuk memantulkan sinar matahari, sebab warna lain akan menyerap sebagian besar cahaya. Hal ini menjadi sangat penting karena ketika sinar matahari diserap oleh pesawat terbang tentu akan memanaskan badan pesawat terbang yang tentunya tidak baik untuk pesawat. Pengecatan pesawat penumpang dengan warna putih meminimalkan pemanasan dan potensi kerusakan akibat radiasi matahari tidak hanya ketika pesawat sedang terbang, tetapi juga ketika diparkir di bandara. Tidak Cepat Pudar Saat terbang pada ketinggian tertentu, pesawat pastinya akan melewati dan terpapar berbagai kondisi atmosfer. Pesawat dengan warna lain cenderung akan memudar seiring waktu, dan karenanya membutuhkan pengecatan ulang untuk mempertahankan daya tarik estetika mereka. Selain dari fakta yang menyebutkan bahwa cat menambah bobot yang signifikan pada pesawat terbang, yang berarti lebih banyak bahan bakar yang terbakar, pengecatan pesawat juga membutuhkan biaya yang pastinya tidak sedikit. Di sisi lain, pesawat terbang yang dicat putih atau warna terang tidak tampak berbeda walaupun telah menghabiskan banyak waktu di udara. Mempermudah Menemukan Kerusakan pada Pesawat Alasan keamanan juga merupakan alasan utama di balik warna putih, pesawat komersial akan mendapatkan pemeriksaan secara teratur untuk melihat adanya kerusakan permukaan body seperti keretakan dan penyok. Tidak ada warna yang lebih efektif selain putih untuk urusan penyok satu ini, tumpahan minyak dan kerusakan lainnya hampir lebih mudah terlihat di atas warna putih, sehingga memungkinkan pesawat untuk diidentifikasi dan diperbaiki dengan cepat. Ini Mengurangi Serangan Burung. Serangan burung didefinisikan sebagai tabrakan antara burung dan pesawat yang sedang terbang atau yang sedang lepas landas, mendarat, atau di penerbangan ketinggian rendah. Serangan burung merupakan hal yang biasa tetapi bisa menjadi ancaman yang serius bagi keselamatan pesawat. Eksterior putih dapat meningkatkan visibilitas pesawat sehingga diharapkan akan meningkatkan deteksi burung agar dapat menghindarinya. Di sisi lain, warna eksterior pesawat yang lebih gelap, mungkin akan mengurangi kontras antara pesawat dan latar belakang visualnya, yang mana hal ini dapat mengurangi kemampuan burung untuk mendeteksi pesawat dalam waktu yang cukup untuk menghindari tabrakan.

4 Fakta Yang Akan Menghilangkan Ketakutan Kamu Untuk Naik Pesawat

Ketakutan Naik PesawatErik Boyd0

Kalian pasti punya teman atau kerabat yang takut untuk terbang menggunakan pesawat kan? Atau mungkin malah kamu sendiri ? Untuk itu kalian bisa membagikan fakta-fakta berikut ini yang dijamin akan menghilangkan ketakutan mereka. Jalur Udara Adalah Mode Transportasi Massal Yang Paling Aman Kita sebenarnya lebih mungkin mati tersambar petir daripada mati dalam kecelakaan pesawat. Peluang meninggal dalam kecelakaan pesawat hanya sekitar satu dari 11.000.000. Jadi mari gunakan logika kita untuk menghilangkan rasa takut itu. Pesawat Komersial Telah Melewati Uji Ekstensif Sebelum Dijual ke Maskapai Pesawat terbang telah melalui sejumlah besar pengujian yang luar biasa bahkan sebelum keluar dari pabrik dan masih melalui banyak pengujian lagi setelah itu. Kamu bisa menonton beberapa tes ekstrem yang dilakukan pada pesawat di Youtube, dari situ Kamu akan tau bagaimana produsen pesawat benar-benar memperhatikan setiap detail pesawat. Yang pasti kamu akan merasa jauh lebih aman di dalam pesawat daripada yang di dalam mobil. Beberapa pengujian yang dilakukan meliputi: pengujian fleksibilitas sayap, pengujian konsumsi bahan bakar, pengujian suhu dan ketinggian, pengujian unstick minimum kecepatan, pengujian rem dan pengujian darurat lainnya seperti sambaran petir dan skenario bahan bakar rendah. Banyak upaya dilakukan untuk memastikan bahwa pesawat komersial terbang dengan aman karena produsen ingin pesawat mereka sangat aman, karena kalau tidak, siapa yang mau beli? Pesawat Dapat Terbang Dengan Aman Hanya Dengan Satu Mesin dan Dapat Mendarat Dengan Mesin Mati Mengejutkan bukan? Mungkin kelihatannya mesin-mesin itu satu-satunya yang menjaga pesawat agar tetap berada di langit, tetapi ternyata tidak seperti itu. Mesin membantu memberikan dorongan untuk pesawat tetapi pesawat dapat terbang secara normal hanya dengan satu mesin. Semua pesawat komersial sebenarnya dirancang untuk beroperasi dengan baik hanya dengan satu mesin. Selain itu, sebuah pesawat dengan kedua mesin yang mati bisa melakukan apa yang disebut ‘pendaratan deadstick’ untuk mendarat dengan aman. Asalkan memiliki ketinggian, pesawat dengan kedua mesin mati masih bisa meluncur ke jalur pendaratan yang aman. Namun, mesin pesawat sangat berkualitas dan selama dirawat dengan baik, kemungkinan untuk kedua mesin mati pada pesawat twinjet kurang dari satu dalam satu miliar jam terbang. Turbulensi pada Pesawat Merupakan Hal Biasa dan Tidak Berbahaya Cara terbaik untuk menjelaskan turbulensi dan efeknya adalah dengan membayangkan kamu berkendara dan melewati polisi tidur, seperti itulah kira-kira. Turbulensi bukan merupakan masalah keamanan dan kebanyakan pilot cenderung menghindarinya karena mereka menganggapnya menyebalkan dan mengganggu, apalagi ketika mereka ingin bisa bersantai di kursi mereka, menikmati makanan ringan dan meminum teh atau kopi tanpa tumpah. Jika Kamu masih tidak bisa mengatasi gerakan naik turun yang disebabkan turbulensi, kamu dapat mengurangi peluang untuk mengalaminya dengan memesan penerbangan di pagi hari atau mendekati matahari terbenam ketika suasana lebih stabil.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial